Langsung ke konten utama

Postingan

Nikah Muda

sore tadi grup chatting dari teman-teman SMP gempar dengan satu berita. kami dikirimi undangan pernikahan salah satu teman sekelas kami. meski bukan undangan yang pertama dari teman-temanku, ada yang spesial dari undangan ini. selama ini aku diundang oleh teman-teman wanita yang hendak melangsungkan pernikahan, kali ini teman ku yang mengundang adalah seorang laki-laki. kaget bukan kepalang. sesungguhnya aku ikut berbahagia dengan pernikahan ini, namun mengingat umur temanku yang sepantaran denganku, itu yang membuatku terksima. di umur 23 tahun ini, seorang pria muda berani meminang seorang gadis yang (sepertinya) juga seumuran. karena ingin menyebarkan kebahagiaan ini kepada teman-teman yang lain, aku meminta ijin pada yang punya hajat untuk menyebarkan video undangan. ia mengijinkan. percakapan kami berlanjut sampai obrolan saling menanyakan kabar masing-masing juga tentang kesibukan masing-masing. lalu pada akhirnya aku bertanya apa membuatnya yakin untuk melangsungkan pernikah...

Tentang mereka

Aku pernah dengar, seseorang berkata yang intinya, "Dalam hidup, banyak orang datang dan pergi, namun hanya sedikit yang akan tetap tinggal di hati ." Aku paham betul seperti apa persisnya hal itu, karena aku telah merasakannya, hmm lebih tepatnya aku baru saja merasakannya. Aku bukan tipe anak populer yang memiliki pergaulan yang kekinian. Aku juga bukan anak kuper yang sama sekali tak punya teman. Untuk ukuran anak yang cupu aku termasuk anak yang banyak temannya. Mungkin karena aku mudah dimanfaatkan kebaikannya. Bukan aku sombong, tapi aku punya sifat yang selalu mudah tidak enak dengan orang lain, terutama teman-teman yang kuanggap dekat. Tapi apa kau tahu, dekat bukan berarti ia yang akan terus berada di sisimu. Aku paham betul rasanya merindukan teman-teman lama, namu entah karena aku yang menarik diri atau mereka yang menjauh, semuanya berubah menjadi menyedihkan. Sejak minggu kemarin, tepatnya di hari kamis malam, aku menyadari sesuatu. Aku tak sungguh-sungguh me...

Sepi dan Kesendirian

Pada satu malam aku menemukan kesendirian yang termenung bersama sepi. Aku menyapanya sambil mencari kantuk yang hilang karena tidur siang yang terlalu lama. Sepi mengingatkan aku padamu yang tak suka banyak bicara, khususnya padaku. Kesendirian mengingatkan aku pada diriku sendiri yang tak yakin betul-betul punya teman, aku takut mereka hanya ilusiku semata. Karena aku masih merasakan sepi dan kesendirian saat ramai atau bersama orang lain.  Sepi menceritakan bagaimana sunyinya malam yang kadang hanya diterangi bulan. Kadang juga bulan tertutup kabut-kabut halus mendung. Malam seperti itu yang membuat kesan horor pada orang-orang penakut sepertiku ini.  Kesendirian menceritakan bagaimana rasanya ditinggalkan. Juga perasaan ditinggalkan. Dua hal itu berbeda, rasanya ditinggalkan dan perasaan ditinggalkan. Yang pertama memang karena seseorang pergi, sedang yang kedua hanya pikiran yang memproduksi perasaan bahwa orang-orang telah pergi. Kau paham maksudku? Kali ini y...

Pergi ke Makassar

Negara seribu pulau adalah salah satu sebutan untuk Indonesia. Memang, karena saking banyaknya pulau yang dimiliki oleh Indonesia. Banyak turis datang untuk berkeliling dan mencari surga-surga tersembunyi di pulau-pulau kecil negara ini. Aku iri. Aku sebagai orang Indonesia justru belum punya kesempatan untuk berkeliling di negeri sendiri. Awal tahun ini, aku bertemu dengan sahabatku, membicarakan impian-impian yang ingin kami capai. Ohya, teman yang satu ini adalah salah satu teman yang selalu memberikan aku semangat untuk terus bermimpi. Bermimpi setinggi-tingginya. Selanjutnya aku melanjutkan perjuangan-perjuangan yang memang harus aku lalui, kadang tak setangguh saat aku memimpikannya. Aku rasa  seringkali aku kurang memaksakan diri untuk hal-hal baik. Semoga belum terlambat untuk mengejar mimpi-mimpi itu. Percakapan semakin seru saat kami membicarakan penulis  dan penyair favorit kami, Aan  Mansyur. Ia berdomisili di bagian timur negara ini, tepatnya di Kota...

Sapaan Bul-Bul

sapaan apa kabar, selalu terlalu klise untuk ditanyakan. baiklah, aku akan mengatakan hal lain. ibu terus mengingatmu. tak pernah melupakanmu. ibu juga pernah bilang secara tersirat bahwa menyetujui kau untuk mendampingiku. itu ketika kita masih sama-sama duduk dibangku kuliah.  aku memikirkanmu beberapa waktu terakhir ini. aku memutuskan untuk menghubungimu lebih dahulu. tapi nampaknya kau sedang tak ingin bicara denganku. kau tak melanjutkan percakapan kita siang itu, hingga esok dan hari-hari berikutnya.  jadi, ada apa denganmu? memang tak ingin bicara denganku? atau karena foto profilku bersama pria lain? aku paham, aku pernah menyakitimu di masa lalu. maaf untuk semuanya. meski aku tahu bukan hanya sekedar maaf yang kau perlu. tapi akupun tak mampu mengulang waktu untuk memperbaiki semuanya. ragu perlukah aku kembali mengganggu harimu? atau lebih baik aku membiarkan hidupmu dan tak perlu kembali lagi? barangkali hadirku hanya menguak kembali...

Kue Cubit Setengah matang

Pagi ini aku makan kue cubit setengah matang aku ingat padamu ya, aku mengingatmu lebih banyak akhir-akhir ini apalagi setelah temanku yang ternyata seperantauan denganmu teman dari temanku itu sudah pulang sedangkan kau, aku tak yakin kau hendak pulang. lagi-lagi, aku memakan kue cubit setengah matang sendiri. lagi kau pun bersama kesendirian yang aku tak pernah tau sesepi apa. yang aku tahu, sendirimu tak pernah sesepi saat makan kue cubit setengah matang, sendiri. Sumber foto : http://id.openrice.com/jakarta/restaurant/photos.htm?shopid=47136&photoid=280424

Tak Spesial

Waktu hujan itu, kamu ingat? Kita pernah terjebak di bus yang penuh sesak. Kita berdiri dalam jarak yang sangat dekat. Di luar hujan turun sangat deras. Rencana tak berjalan seperti yang diharapkan. Tak mengapa, kau masih bersamaku. Kaki berjalan menyusuri jalan ibukota yang basah karena hujan. Sejak hari itu semakin sulit menemuimu. “Sibuk bekerja,” katamu. Dan aku percaya, ketika media sosialmu menyebutkan satu nama gadis, yang bukan namaku. Memang tak ada yang spesial diantara kita. Sama seperti tulisan ini. Tak spesial.