Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Self Talk

Kau Terlalu

Kau terlalu banyak melakukan hal yang tidak penting, Kau telalu banyak mengurusi urusan orang lain, Tak bisa kah kau berjalan di jalanmu, Jangan menghalangi kehendak dan tindak tanduk orang lain. Mereka punya hidup. Mereka punya pilihan. Kau terlalu banyak mengharap sesuatu Kau lupa bersyukur atas nikmatmu. Kau terlalu senang memanfaatkan orang lain demi kesenanganmu Kau ingin diperhatikan, kau ingin memperhatikan, Kau berikan mereka semua harapan manis, lalu kau jatuhkan kesumur yang paling pahit airnya dan paling dalam dasarnya. Tidakkah kau sadar, kau terlalu? Terlalu lama menanti yang tak pasti Terlalu takut untuk mengambil keputusan yang besar. Kau terlalu nyaman duduk di kursimu itu, di kamarmu yang tertutup rapat itu. Tak inginkah kau keluar mencari sesuatu. Sesuatu yang kau butuhkan. Cinta, kebahagiaan, keceriaan, bahkan kesedihan yang membuatmu merenung. Kau terlalu banyak terlelap, kau lupa harus terus membaca buku-bukumu Bawa buku-buku itu keluar unt...

Wanita = Boros & Matre (?)

jadi wanita dewasa di umur awal 20-an banyak sekali pernak-pernik yang hampir bisa dibilang wajib dimiliki. baju-baju bagus, peralatan tata rias, embel-embel yang menunjang penampilan, perhiasan dan sebagainya. biasanya di usia ini wanita-wanita sedang dalam masa meniti karir, mulai belajar jadi wanita sesungguhnya. nah, untuk memenuhi tuntutan pekerjaan, nggak jarang mereka-mereka harus memenuhi peraturan yang mengharuskan mereka berpenampilan cantik berlapis makeup dan berbaju rapi. dalam menggunakan produk, semua orang pasti ingin mendapatkan kualitas baik dengan harga terjangkau. tapi sayangnya yang berharga terjangkau lebih sering punya kualitas yang kurang baik. dan memang, harga selalu saja menunjukkan kualitas. lainnya juga karena sensitifnya kulit seseorang sehingga perlu produk khusus yang jelas tidak sama dengan produk pasaran dan biasanya lebih mahal. rasa-rasanya itu salah satu alasan mengapa jadi wanita kesannya boros dan matre. yaa, walaupun tak sedikit juga yang ber...

Introspeksi

" Maybe I annoy you, with my choices Well you annoy me sometimes too with your voices..... " Mungkin itu lirik lagu pas banget sama gue. Entahlah, rasanya aku terlalu bawel, bawel yang nggak penting. Kalau kata pepatah "Tong kosong nyaring bunyinya.." Bawel sana sini, tapi otaknya nggak ada isinya. Niatnya bukan mau menjelekkan diri sendiri sih, cuma kadang mikir, kok nggak banyak yang peduli sama kehadiran gue. Yaaa, jelas gue harus introspeksi lah. Dan gue rasa karena gue terlalu banyak omong, jadi orang udah keburu males ngomong sama gue. Alasan lainnya mungkin karena gue nggak cukup pintar buat mereka ajak bicara. Hal ini bukan untuk berprasangka buruk, aku harap dengan ini bisa membuatku jadi lebih baik dari sebelumnya. 
Sekali lagi aku ingin berjanji, berjanji pada diri sendiri untuk membuat sekelilingku menjadi sejahtera. Aku berjanji pada diri sendiri untuk membuat mereka, orang yang aku sayangi, orang disekitarku, merasa tenang dan aman.
Kebanyakan orang senang sekali mengurusi urusan orang lain, termasuk aku, pengen tahu aja urusan orang lain. Keuntungannya? Ya, dapat informasi, tapi toh nggak ada urusannya sama hidupku. Heuh, kadang yang begini juga yang suka membuat kita merasa kecil, merasa iri. Ahhh, atau hanya aku saja yang merasakannya ya? Mengetahui kegiatan orang lain, kesenangan orang lain, kalau kesenangan itu memang sudah pernah ku rasakan aku bisa saja dengan santai menerimanya. Tapi akan menjadi cobaan apabila hal yang aku ketahui lebih hebat dibandingkan kepemilikan atau pengalamanku. Memang jeleknya aku adalah suka iri, walau lebih sering aku tak menyadari dan yang parahnya tak ingin aku akui. Oh Tuhan jelek sekali tabiat hambaMu ini. -.- Tapi disisi lain, setelah itu, aku selalu mencari hal-hal untuk ku syukuri. Sebisa mungkin aku mengingat apa saja yang perlu aku syukuri. Berusaha sebisa mungkin untuk menghindari keluhan yang keluar dari hati (karena aku lebih senang diam saat bergelut dengan...

Lihat Sekali Lagi

Kesunyian malam menambah syahdu malam sendu penuh rindu. Berharap kepergianmu bukan satu-satunya cara untukku mendekatkan diri dengan Sang Pencipta. Mengapa pula kau selalu saja hadir dalam bentuk mimpi indah yang memberikan kesan menyenangkan. Tentu saja menyenangkan hanya lewat mimpi dan menjadi kabur seiring kesadaran menghampiriku. Kesenjangan, menggerakkan permusuhan yang berujung pada caci maki dan iri. Aku memang akan menghindarkan ini, tapi hati lebih senang melakukannya, tanpa mengumbarnya. Tapi bukankah itu yang tak disukai Pencipta ku? Mencaci dalam hati, memendam rasa iri. Prasangka, selalu saja meresahkan. Menerka-nerka, tanpa bertanya, hanya berspekulasi tak puguh. Hingga menghasilkan presepsi sendiri yang lebih banyak tak benarnya. Lebih banyak kecewa karena yang terlihat semua tak sesuai dengan keinginan. Perasaan tak berharga, mungkin lebih tepat tak dihargai.. Menambah deretan rasa kecewa terhadap orang lain karena ekspektasi tak sesuai de...