Langsung ke konten utama

Kau Terlalu

Kau terlalu banyak melakukan hal yang tidak penting,
Kau telalu banyak mengurusi urusan orang lain,

Tak bisa kah kau berjalan di jalanmu,
Jangan menghalangi kehendak dan tindak tanduk orang lain.
Mereka punya hidup. Mereka punya pilihan.

Kau terlalu banyak mengharap sesuatu
Kau lupa bersyukur atas nikmatmu.

Kau terlalu senang memanfaatkan orang lain demi kesenanganmu
Kau ingin diperhatikan, kau ingin memperhatikan,
Kau berikan mereka semua harapan manis,
lalu kau jatuhkan kesumur yang paling pahit airnya dan paling dalam dasarnya.

Tidakkah kau sadar, kau terlalu?
Terlalu lama menanti yang tak pasti
Terlalu takut untuk mengambil keputusan yang besar.
Kau terlalu nyaman duduk di kursimu itu, di kamarmu yang tertutup rapat itu.

Tak inginkah kau keluar mencari sesuatu.
Sesuatu yang kau butuhkan.
Cinta, kebahagiaan, keceriaan, bahkan kesedihan yang membuatmu merenung.

Kau terlalu banyak terlelap, kau lupa harus terus membaca buku-bukumu
Bawa buku-buku itu keluar untuk menghirup udara segar.
Barangkali matamu tak lengket saat terpapar sinar matahari. 

Keluarlah,
Cari kesibukan,
Banyak hal yang bisa dikerjakan di luar sana. ..

Beranikan dirimu,
Kuatkan hatimu,
Bulatkan tekadmu,
Gapai mimpi-mimpi indahmu.

Ia sedang menantimu
Mereka sedang mencarimu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

nonsense

Perasaan macam ini cukup mengganggu hari mingguku. Tampaknya ucapan rindu yang memperparah semuanya. Seharusnya tak kukatakan rasa rindu yang membuncah itu. Nyatanya rindu bukan karena tak bertemu, namun karena tahu bahwa keadaan takkan sama dengan sebelumnya. Karena kamu akan sibuk dengan dirimu sendiri, dengan pekerjaanmu, dan mungkin dengan gadis-gadis baru yang akan kau kenal nanti. Baiklah, memang aku berlebihan. Aku tahu kamu bukan tipe pria yang suka tebar pesona pada para wanita, tapi aku tahu kamu takkan bisa punya perasaan yang sama dengan perasaan yang aku rasakan. Itu yang membuatku cukup khawatir. Kamu tak seharusnya menyebutkan kata kunci itu. Aku terlalu lemah dengan kata itu. Meski kamu ngga berbohong soal itu, tapi maksud dari kata itu aku paham, bukan seperti yang aku inginkan. Tapi tadi aku sebutkan, bahwa aku pun sama sepertimu, yang ingin juga memiliki seseorang yang bisa menjadi teman berbagi apapun. Berbagi cerita, berbagi mimpi-mimpi,berbagi bahagia, juga be...

Moodboster kuuu

Pertama ketemu orang ini, pas SMP kelas 1. Gue bertemen sama dia bukan gara-gara kita seukuran (badannya), cuma yaa memang takdir yang menemukan kita :D. Yang gue tahu dulu tuh ini bocah maaaanja nya minta ampuun. Gue dan temen-temen yang lain suka kesel ngadepin ini anak karena kemanjaannya dia. Pas naik kelas 2, akhirnya gue pisah kelas sama dia. sempet bersyukur (aih jahat nya gueee), tapi kita tetep temenan kok. Kalau saling papasan, pasti ngobrol dulu, biasa lah anak cwe suka rumpi hahaha. Kalo ke kantin suka makan bareng. Oia, ini bocah kalo di sekolah biasanya bawa bekel, dan bekelnya selalu dimakan sama bocah yang lain. dia mah suka bagi-bagi orangnya. baikkan? Eia, gue lupa memperkenalkan ini bocah. Namanya Edwina Maria Cornelia Funck, memang seperti nama orang nasrani, tapi dia pure muslim kok. Anak pertama dari pasangan Alm. Bapak Eduard dan Ibu Titin. Punya adek namanya Geovani (gue ngg tau nama panjangnya). yaaa itu deh sedikit tentang dia. Eh iya, dia masih SINGLE tu...

aku ingin berhenti!

pokoknya aku ingin berhenti! tak ada alasan lagi! aku ingin berhenti! berhenti berharap jadi bunga matahari yang cerah ceria yang mengisi harimu. berhenti berharap jadi orang penting dalam hidupmu.. namun satu saat kau mampu rasakan, bagaimana rasanya tak ada aku.  mungkin saat aku lelah mungkin saat aku bosan mungkin saat aku lebih dulu mati.