Langsung ke konten utama

nonsense

Perasaan macam ini cukup mengganggu hari mingguku. Tampaknya ucapan rindu yang memperparah semuanya. Seharusnya tak kukatakan rasa rindu yang membuncah itu. Nyatanya rindu bukan karena tak bertemu, namun karena tahu bahwa keadaan takkan sama dengan sebelumnya. Karena kamu akan sibuk dengan dirimu sendiri, dengan pekerjaanmu, dan mungkin dengan gadis-gadis baru yang akan kau kenal nanti.

Baiklah, memang aku berlebihan. Aku tahu kamu bukan tipe pria yang suka tebar pesona pada para wanita, tapi aku tahu kamu takkan bisa punya perasaan yang sama dengan perasaan yang aku rasakan. Itu yang membuatku cukup khawatir. Kamu tak seharusnya menyebutkan kata kunci itu. Aku terlalu lemah dengan kata itu. Meski kamu ngga berbohong soal itu, tapi maksud dari kata itu aku paham, bukan seperti yang aku inginkan.

Tapi tadi aku sebutkan, bahwa aku pun sama sepertimu, yang ingin juga memiliki seseorang yang bisa menjadi teman berbagi apapun. Berbagi cerita, berbagi mimpi-mimpi,berbagi bahagia, juga berbagi kegelisahan yang melanda. Kamu, selalu jadi tempatku bercerita, tapi aku paham tak semua cerita dapat kubagikan padamu. Kembali lagi, kita masih punya tembok yang namanya 'persahabatan'. Aku sadar dan paham betul soal itu. But I can't handle this feeling inside.

Mereka sering bertanya, kenapa tak cari seseorang? Kenapa ngga coba kenal orang baru? Aku terlalu takut akan penolakan. Beberapa kali mengagumi sesorang, beberapa sadar akan hal itu, lalu bergerak mundur teratur. Mungkin aku berlebihan. Tapi mungkin itu yang membuatku menjadi terlalu hati-hati dan terkesan menutup diri. Beberapa minggu yang lalu, aku mengenal seseorang lewat salah satu aplikasi pencarian jpdoh (sounds like desperate, huh?), we have good talked, but then he asked me to meet up, I refused and he disappear. Yah, seperti itulah, aku terlalu takut untuk bertemu orang baru. Atau mungkin juga aku mengharap lebih.

Back again, I get jealous when I see he online but don't chat with me. And I don't know what am I doing right now. Writing all of this nonsense. But I think I need to post it. There will nobody read this things anyway.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Don't give a sh*t!

Pertemuan singkat kadang justru lebih  berkualitas untuk melegakan hati. Memang Allah telah melakukannya lebih dahulu, tapi pertemuan dan kehadiran seorang teman semacam air yang dikirim Allah disaat kekeringan. Aku mungkin ngga punya hal-hal mewah yang dimiliki oleh banyak orang dengan uang yang berlebih itu, tapi aku lebih bersyukur punya sahabat yang tak hanya memanfaatkan. Lebih dari sepuluh tahun berteman, bukan waktu yang sebentar untuk saling tahu satu sama lain. Nabila selalu paham apa yang perlu ia katakan dan saat kapan harus mengatakan hal tersebut juga kepada siapa ia harus bercerita. Beberapa hari uring-uringan, mungkin karena "tanggalnya" udah dekat, ditambah dengan kejadian hari senin yang bikin dongkol saat interview di salah satu Rumah Sakit elit yang katanya sih gajinya kecil. Entah aku yang terlalu sensitif, atau memang orang itu menyebalkan sekali. Tapi yang jelas, aku patut bersyukur memutuskan untuk ngga lanjut di proses rekrutmen tersebut.  Aku...

aku ingin berhenti!

pokoknya aku ingin berhenti! tak ada alasan lagi! aku ingin berhenti! berhenti berharap jadi bunga matahari yang cerah ceria yang mengisi harimu. berhenti berharap jadi orang penting dalam hidupmu.. namun satu saat kau mampu rasakan, bagaimana rasanya tak ada aku.  mungkin saat aku lelah mungkin saat aku bosan mungkin saat aku lebih dulu mati.