Langsung ke konten utama

maybe I'm lonely

lately  I've been thinking that maybe I feel lonely. I thought of everyone who filled my past. And everyone who had been hurt because of me. Based on their social media (which I stalked), some of them has good life, the other share their life less than I thought, and it's kinda make me have a deadlock to know them secretly.

I just thought, am I that lonely? Or I just need some closure to stop my curiousity about their life. Some of my friend told me to find a man to keep me safe, I know they care of me, but you know it's not easy for me as a girl (if you know what I mean). Maybe some rejection in the past become one of the reason why I feel worry to start new conversation with someone new. 


Then I heard my friend from collage, will be marry next week. This kind of news is kind of dilemma, between happy for her happiness and when-will-my-time feeling. Again, I always try to cheer myself in believing my Lord's word (what else can I do?).

I often googling about wedding ring. I follow wedding inspiration account on instagram. After all this time I curse myself why am I doing that? Some of time I find myself trying to find someone to share what kind of wedding I want in future. What kind of gown I want to wear. Which kind of wedding ring I want. What's my plan for the concept. Again, I tell it to my Lord as a prayer.

I try to keep myself busy in doing things I like. Crocheting, reading, or walk alone to take some photo. But somehow, I can't refuse the memories which came by.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

nonsense

Perasaan macam ini cukup mengganggu hari mingguku. Tampaknya ucapan rindu yang memperparah semuanya. Seharusnya tak kukatakan rasa rindu yang membuncah itu. Nyatanya rindu bukan karena tak bertemu, namun karena tahu bahwa keadaan takkan sama dengan sebelumnya. Karena kamu akan sibuk dengan dirimu sendiri, dengan pekerjaanmu, dan mungkin dengan gadis-gadis baru yang akan kau kenal nanti. Baiklah, memang aku berlebihan. Aku tahu kamu bukan tipe pria yang suka tebar pesona pada para wanita, tapi aku tahu kamu takkan bisa punya perasaan yang sama dengan perasaan yang aku rasakan. Itu yang membuatku cukup khawatir. Kamu tak seharusnya menyebutkan kata kunci itu. Aku terlalu lemah dengan kata itu. Meski kamu ngga berbohong soal itu, tapi maksud dari kata itu aku paham, bukan seperti yang aku inginkan. Tapi tadi aku sebutkan, bahwa aku pun sama sepertimu, yang ingin juga memiliki seseorang yang bisa menjadi teman berbagi apapun. Berbagi cerita, berbagi mimpi-mimpi,berbagi bahagia, juga be...

selamat pagi untuk bunga matahari

semenjak ditinggal olehmu, aku jadi lebih senang menghitung dan mengingat tanggal. aku ingat kapan kamu pergi, kapan kamu terakhir menghubungiku. tapi maaf, soal ulang tahunmu aku masih mengandalkan pengingat di facebook karena dekat ulang tahunmu banyak orang juga yang berulang tahun, jadi aku sering keliru. aku tetap manusia, kan? jadi bagaimana kabarmu? masih betah di persembunyian? atau masih senang menjelajahi negeri indah dengan sepeda-sepeda antik mu? menghirupi udara segar setiap hari. aku sering kali ingin menemanimu. tapi aku tak mampu. aku bisa apa? aku ingin dengar cerita-ceritamu, tapi tak selalu kau ceritakan, sekalipun aku memintanya. aku bisa apa? kamu tahu, bunga matahari sudah tumbuh tinggi di depan jendela kamarku. cantik sekali. apalagi saat ia bersanding dengan matahari. semakin cerah. jadi, padanya kuucapkan salam pagiku setiap harinya. bunga itu yang dulu kamu tanam untukku. katamu, "paling tidak ada yang cerah ketika aku tak disamping...

Kurang Dari 24 Jam Lagi

Kurang dari sehari, mungkin hanya butuh sekitaerr 20 jam lagi untuk kami, mahasiswa tingkat akhir vokasi perumahsakitan, merasakan keresahan yang tak ada habisnya. Besok pagi, hari senin kami disambut oleh kegiatan yang tidak biasa, kegiatan yang menurut kami akan sangat mendebarkan. Magang, itulah kegiatan yang akan kami tempuh mulai esok hingga bulan mei. Kegiatan untuk mengaplikasikan hasil belajar kami selama hampir dua setengah tahun di Vokasi UI. Dan berusaha menyusun tugas akhir sebagai syarat kelulusan kami.  Keresahan merundung kami para pejuang kloter terakhir. Kenapa saya bilang keloter terakhir? Karena ada beberapa rumah sakit yang memita kampus untuk memajukan tanggal magangnya, sehingga selesainya pun lebih cepat.  Kini, semua dari kami hendak mempersiapkan yang dibutuhkan untuk esok hari, pakaian, sepatu, apa saja yang harus dibawa, apa yang harus dikenakan. Semoga magang ini akan menambah pengetahuan dan pengalaman kami. Semoga juga hal yang kami pelajar...