Langsung ke konten utama

Aku dan Kesepian Menunggu

aku harap saaat kamu pergi, aku hanya cukup melambaikan tangan dengan ringan.
kau juga berharap, tetap bisa melangkah tanpa terseok saat menjauh dari tempatku berdiri.

perlahan punggung dan ranselmu hilang dari pandangan.
seketika ku temukan kesepian di beranda rumah. juga di ruang tamu. bahkan di dapur.

beranda bersama senja menemukan kesepian menatap jingga
ruang tamu bersama sunyi menemukan kesepian yang mendendangkan nyanyian sendu.
dapur mengebulkan asap-asap hitam sisa pembakaran yang perlahan menyelubung sang sepi.

lalu sepi mulai mengitari seisi rumah dengan sunyi. 
aku bahkan tak menemukan sedikit sunggingan senyum di pelataran hijau, apalagi gelak tawa yang memabahana.
pohon seakan kuyu berteman dengan sepi. 

"sampai kapan kau tinggal?" tanyaku pada sepi.
tapi hanya sunyi yang mendengung..

Tuan, kau yakin tak ingin mengalahkan sepi di rumah ini? dia sudah telalu berkuasa.
sudah berani berlalu lalang, lalu menemukan tempat persembunyianku (yang dulunya) tempat bersamamu.
kau tak ingin mengalahkannya? untukku?


tapi ternyata kau lebih senang menetap di tempat ramai disana. kau bilang disana sepi tak kunjung datang, kau bebas bersembunyi dari sepi. bebas terjaga setiap waktu tanpa rasa lelah..
tapi aku dan kesepian akan selalu menantimu ketika kau lelah terjaga. 
pelataran rumah dan beranda akan senang sekali menyambutmu untuk mengusir kesepian. 
dapur akan menebarkan wangi harum masakkan lezat yang siap kau santap.

jika kau telah lelah, pulanglah...
aku dan kesepian selalu menunggu.....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

nonsense

Perasaan macam ini cukup mengganggu hari mingguku. Tampaknya ucapan rindu yang memperparah semuanya. Seharusnya tak kukatakan rasa rindu yang membuncah itu. Nyatanya rindu bukan karena tak bertemu, namun karena tahu bahwa keadaan takkan sama dengan sebelumnya. Karena kamu akan sibuk dengan dirimu sendiri, dengan pekerjaanmu, dan mungkin dengan gadis-gadis baru yang akan kau kenal nanti. Baiklah, memang aku berlebihan. Aku tahu kamu bukan tipe pria yang suka tebar pesona pada para wanita, tapi aku tahu kamu takkan bisa punya perasaan yang sama dengan perasaan yang aku rasakan. Itu yang membuatku cukup khawatir. Kamu tak seharusnya menyebutkan kata kunci itu. Aku terlalu lemah dengan kata itu. Meski kamu ngga berbohong soal itu, tapi maksud dari kata itu aku paham, bukan seperti yang aku inginkan. Tapi tadi aku sebutkan, bahwa aku pun sama sepertimu, yang ingin juga memiliki seseorang yang bisa menjadi teman berbagi apapun. Berbagi cerita, berbagi mimpi-mimpi,berbagi bahagia, juga be...

Moodboster kuuu

Pertama ketemu orang ini, pas SMP kelas 1. Gue bertemen sama dia bukan gara-gara kita seukuran (badannya), cuma yaa memang takdir yang menemukan kita :D. Yang gue tahu dulu tuh ini bocah maaaanja nya minta ampuun. Gue dan temen-temen yang lain suka kesel ngadepin ini anak karena kemanjaannya dia. Pas naik kelas 2, akhirnya gue pisah kelas sama dia. sempet bersyukur (aih jahat nya gueee), tapi kita tetep temenan kok. Kalau saling papasan, pasti ngobrol dulu, biasa lah anak cwe suka rumpi hahaha. Kalo ke kantin suka makan bareng. Oia, ini bocah kalo di sekolah biasanya bawa bekel, dan bekelnya selalu dimakan sama bocah yang lain. dia mah suka bagi-bagi orangnya. baikkan? Eia, gue lupa memperkenalkan ini bocah. Namanya Edwina Maria Cornelia Funck, memang seperti nama orang nasrani, tapi dia pure muslim kok. Anak pertama dari pasangan Alm. Bapak Eduard dan Ibu Titin. Punya adek namanya Geovani (gue ngg tau nama panjangnya). yaaa itu deh sedikit tentang dia. Eh iya, dia masih SINGLE tu...

aku ingin berhenti!

pokoknya aku ingin berhenti! tak ada alasan lagi! aku ingin berhenti! berhenti berharap jadi bunga matahari yang cerah ceria yang mengisi harimu. berhenti berharap jadi orang penting dalam hidupmu.. namun satu saat kau mampu rasakan, bagaimana rasanya tak ada aku.  mungkin saat aku lelah mungkin saat aku bosan mungkin saat aku lebih dulu mati.