Langsung ke konten utama

Kau. Tak Perlu Tahu

Kau.
Berjuta kata terpikirkan, hanya lebih sulit menyatukannya jadi sebuah kalimat untuk menggambarkan dirimu. Entah mengapa. Apakah terlalu mudah menggambarkanmu atau terlalu sulit. Aku tak yakin pula apa yang seharusnya aku katakan tentangmu. Hanya ada senyum getir. Entah apa artinya. 

Kau.
Hidupku seakan ditarik mundur, mundur jauh kebelakang. Segala kebodohan kembali diputar dalam memori. Ketika itu kau duduk disampingku, setelah berjalan menyusuri gedung tua sebuah kampus di jakarta. Beberapa pemberianmu ku terima saat itu. Tentu saja dengan rasa suka cita. Setelah hari itu, *POFF* aku kehilangan jejakmu. 

Kau.
Kau tahu? Setelah hari itu, aku kehilangan akal sehatku. Mengapa? Bayangan-bayangan bodoh itu terlalu memabukkan.  Aku tersanjung, aku terlena, tentu saja itu terlalu cepat. Hatiku mencelos, serasa jantung ini benar-benar jatuh ke lantai, berdarah-darah.

Kau.
Kau tahu? Aku sungguh kehilangan akal. Tak habis pikir. Apa yang kulakukan selama ini? Apa yang kau lakukan padaku? Kau tak paham apa yang kau lakukan itu punya arti untukku. Kau tak pernah paham. Atau kau yang menolak untuk paham. Merasa khilaf telah melakukannya padaku, setelah tersadar kau langsung pergi? 

Kau.
Berdiri tegap di sampingku. Saat itu gerimis.





Selamat berbahagia. Doa ku untukmu dan gadis cantik pendampingmu. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

nonsense

Perasaan macam ini cukup mengganggu hari mingguku. Tampaknya ucapan rindu yang memperparah semuanya. Seharusnya tak kukatakan rasa rindu yang membuncah itu. Nyatanya rindu bukan karena tak bertemu, namun karena tahu bahwa keadaan takkan sama dengan sebelumnya. Karena kamu akan sibuk dengan dirimu sendiri, dengan pekerjaanmu, dan mungkin dengan gadis-gadis baru yang akan kau kenal nanti. Baiklah, memang aku berlebihan. Aku tahu kamu bukan tipe pria yang suka tebar pesona pada para wanita, tapi aku tahu kamu takkan bisa punya perasaan yang sama dengan perasaan yang aku rasakan. Itu yang membuatku cukup khawatir. Kamu tak seharusnya menyebutkan kata kunci itu. Aku terlalu lemah dengan kata itu. Meski kamu ngga berbohong soal itu, tapi maksud dari kata itu aku paham, bukan seperti yang aku inginkan. Tapi tadi aku sebutkan, bahwa aku pun sama sepertimu, yang ingin juga memiliki seseorang yang bisa menjadi teman berbagi apapun. Berbagi cerita, berbagi mimpi-mimpi,berbagi bahagia, juga be...

selamat pagi untuk bunga matahari

semenjak ditinggal olehmu, aku jadi lebih senang menghitung dan mengingat tanggal. aku ingat kapan kamu pergi, kapan kamu terakhir menghubungiku. tapi maaf, soal ulang tahunmu aku masih mengandalkan pengingat di facebook karena dekat ulang tahunmu banyak orang juga yang berulang tahun, jadi aku sering keliru. aku tetap manusia, kan? jadi bagaimana kabarmu? masih betah di persembunyian? atau masih senang menjelajahi negeri indah dengan sepeda-sepeda antik mu? menghirupi udara segar setiap hari. aku sering kali ingin menemanimu. tapi aku tak mampu. aku bisa apa? aku ingin dengar cerita-ceritamu, tapi tak selalu kau ceritakan, sekalipun aku memintanya. aku bisa apa? kamu tahu, bunga matahari sudah tumbuh tinggi di depan jendela kamarku. cantik sekali. apalagi saat ia bersanding dengan matahari. semakin cerah. jadi, padanya kuucapkan salam pagiku setiap harinya. bunga itu yang dulu kamu tanam untukku. katamu, "paling tidak ada yang cerah ketika aku tak disamping...

Kurang Dari 24 Jam Lagi

Kurang dari sehari, mungkin hanya butuh sekitaerr 20 jam lagi untuk kami, mahasiswa tingkat akhir vokasi perumahsakitan, merasakan keresahan yang tak ada habisnya. Besok pagi, hari senin kami disambut oleh kegiatan yang tidak biasa, kegiatan yang menurut kami akan sangat mendebarkan. Magang, itulah kegiatan yang akan kami tempuh mulai esok hingga bulan mei. Kegiatan untuk mengaplikasikan hasil belajar kami selama hampir dua setengah tahun di Vokasi UI. Dan berusaha menyusun tugas akhir sebagai syarat kelulusan kami.  Keresahan merundung kami para pejuang kloter terakhir. Kenapa saya bilang keloter terakhir? Karena ada beberapa rumah sakit yang memita kampus untuk memajukan tanggal magangnya, sehingga selesainya pun lebih cepat.  Kini, semua dari kami hendak mempersiapkan yang dibutuhkan untuk esok hari, pakaian, sepatu, apa saja yang harus dibawa, apa yang harus dikenakan. Semoga magang ini akan menambah pengetahuan dan pengalaman kami. Semoga juga hal yang kami pelajar...