Langsung ke konten utama

Selamat Berjuang, Perumahsakitan 2010

beberapa menit yang lalu, perbincangan tentang Pembimbing Materi (PM) untuk Tugas Akhir, menjadi ramai. Tak ada kabar dari teman yang biasa memberi informasi, membuatku sibuk bertanya sana-sini. Seorang teman mengatakan namaku tak ada di list. Panik! Super panik! Walau memang besok aku memang sudah ada rencana untuk ke kampus, tapi rasa penasaran itu benar-benar membuncah.

Akhirnya salah satu teman yang memang sedang berada di kampus memberi tahu nama dosen pembimbingku. Dan Subhanallah walhamdulillah, dosennya adalah dosen yang memang ku inginkan. Dosen yang punya reputasi sangat baik di mata mahasiswa jurusanku. Memang sebenarnya juga domisili beliau dan aku bertempat yang sama, barangkali itu yang membuat itu terjadi selain kehendak dari Allah SWT. Barangkali juga karena kekuatan pikiran bawah sadarku yang benar-benar menginginkan Beliau untuk menjadi pembimbingku.

Aku hanya dapat mengucap syukur terhadap ketentuan ini. Entah apa yang akan terjadi selanjutnya. Aku berjanji untuk FOKUS dan BERJUANG SEKERAS MUNGKIN UNTUK MELAKUKAN dan MELEWATI INI SEMUA .. Bismillahi rohmannirrohim....

Untuk teman-temanku, aku hanya bisa berdoa untuk kemudahan kalian, semoga juga pembimbing kalian bisa sejalan dengan kalian.

Selamat Berjuang, Seluruh Keluarga Vokasi Manajemen Perumahsakitan angkatan 2010
Sukses di genggaman kita, Tuhan bersama kita (Insyaallah)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

nonsense

Perasaan macam ini cukup mengganggu hari mingguku. Tampaknya ucapan rindu yang memperparah semuanya. Seharusnya tak kukatakan rasa rindu yang membuncah itu. Nyatanya rindu bukan karena tak bertemu, namun karena tahu bahwa keadaan takkan sama dengan sebelumnya. Karena kamu akan sibuk dengan dirimu sendiri, dengan pekerjaanmu, dan mungkin dengan gadis-gadis baru yang akan kau kenal nanti. Baiklah, memang aku berlebihan. Aku tahu kamu bukan tipe pria yang suka tebar pesona pada para wanita, tapi aku tahu kamu takkan bisa punya perasaan yang sama dengan perasaan yang aku rasakan. Itu yang membuatku cukup khawatir. Kamu tak seharusnya menyebutkan kata kunci itu. Aku terlalu lemah dengan kata itu. Meski kamu ngga berbohong soal itu, tapi maksud dari kata itu aku paham, bukan seperti yang aku inginkan. Tapi tadi aku sebutkan, bahwa aku pun sama sepertimu, yang ingin juga memiliki seseorang yang bisa menjadi teman berbagi apapun. Berbagi cerita, berbagi mimpi-mimpi,berbagi bahagia, juga be...

Moodboster kuuu

Pertama ketemu orang ini, pas SMP kelas 1. Gue bertemen sama dia bukan gara-gara kita seukuran (badannya), cuma yaa memang takdir yang menemukan kita :D. Yang gue tahu dulu tuh ini bocah maaaanja nya minta ampuun. Gue dan temen-temen yang lain suka kesel ngadepin ini anak karena kemanjaannya dia. Pas naik kelas 2, akhirnya gue pisah kelas sama dia. sempet bersyukur (aih jahat nya gueee), tapi kita tetep temenan kok. Kalau saling papasan, pasti ngobrol dulu, biasa lah anak cwe suka rumpi hahaha. Kalo ke kantin suka makan bareng. Oia, ini bocah kalo di sekolah biasanya bawa bekel, dan bekelnya selalu dimakan sama bocah yang lain. dia mah suka bagi-bagi orangnya. baikkan? Eia, gue lupa memperkenalkan ini bocah. Namanya Edwina Maria Cornelia Funck, memang seperti nama orang nasrani, tapi dia pure muslim kok. Anak pertama dari pasangan Alm. Bapak Eduard dan Ibu Titin. Punya adek namanya Geovani (gue ngg tau nama panjangnya). yaaa itu deh sedikit tentang dia. Eh iya, dia masih SINGLE tu...

aku ingin berhenti!

pokoknya aku ingin berhenti! tak ada alasan lagi! aku ingin berhenti! berhenti berharap jadi bunga matahari yang cerah ceria yang mengisi harimu. berhenti berharap jadi orang penting dalam hidupmu.. namun satu saat kau mampu rasakan, bagaimana rasanya tak ada aku.  mungkin saat aku lelah mungkin saat aku bosan mungkin saat aku lebih dulu mati.