Langsung ke konten utama

Kau dan Gadismu

Aku melihat gadis itu.
Tak perlu kau tanyakan, aku pasti memberi pendapat tentang gadis mu itu. Dia cantik, terlihat pintar, yang pasti punya kesamaan cara bergaul dengan mu. Kulihat juga orang tua mu dan orang tua nya saling terbuka atas hubungan baik yang kau jalin bersama nya. Hmm betapa manis dan serasi nya kau dengan gadis itu :)
Andai saja kau bisa membagi kebahagiaan mu dengan ku. Tapi kau menutupinya dari ku. Berharap aku tak mengetahui nya. Entah karena tak ingin menyakiti ku, atau mungkin juga karena kau tak merasa perlu membaginya dengan ku. Cuma kau yang tahu. 

Silahkan lah, jika kau benar-benar ingin menyimpannya sendiri. Silahkan jika kau benar-benar menginginkan menjauhi. Tapi kau harus tahu, aku tetap ingin menjadi teman mu berbagi cerita-cerita mu. Cerita tentang semuanya, bahkan tentang gadis cantik itu. Datanglah ketika kau ingin menemui ku, berdoa saja semoga rasa peduli ini akan tetap duduk manis dan tak pergi kemana-mana saat kau membutuhkan ku.. 

Semoga...




foto diambil dari http://weheartit.com/entry/47702232

Komentar

Postingan populer dari blog ini

nonsense

Perasaan macam ini cukup mengganggu hari mingguku. Tampaknya ucapan rindu yang memperparah semuanya. Seharusnya tak kukatakan rasa rindu yang membuncah itu. Nyatanya rindu bukan karena tak bertemu, namun karena tahu bahwa keadaan takkan sama dengan sebelumnya. Karena kamu akan sibuk dengan dirimu sendiri, dengan pekerjaanmu, dan mungkin dengan gadis-gadis baru yang akan kau kenal nanti. Baiklah, memang aku berlebihan. Aku tahu kamu bukan tipe pria yang suka tebar pesona pada para wanita, tapi aku tahu kamu takkan bisa punya perasaan yang sama dengan perasaan yang aku rasakan. Itu yang membuatku cukup khawatir. Kamu tak seharusnya menyebutkan kata kunci itu. Aku terlalu lemah dengan kata itu. Meski kamu ngga berbohong soal itu, tapi maksud dari kata itu aku paham, bukan seperti yang aku inginkan. Tapi tadi aku sebutkan, bahwa aku pun sama sepertimu, yang ingin juga memiliki seseorang yang bisa menjadi teman berbagi apapun. Berbagi cerita, berbagi mimpi-mimpi,berbagi bahagia, juga be...

Surat Untuk Bima

Teruntuk, Bima Amartha Putra   Selalu saja keadaan buruk seperti ini yang memaksaku untuk ingat masa lalu. Yang aku ingat, kau suka bernyanyi. Sama sepertiku. Hanya saja kemampuan dan keberanianmu lebih besar ketimbang aku. Dengan gitar kau berdendang tanpa ragu. Aku hanya ikut bersenandung “hmm”. Sepengingatanku, kau pernah jadi pacar temanku. Hubungan yang berlangsung cukup lama dan banyak hal yang terjadi antara kau dan temanku. Putus-nyambung, selalu jadi bumbu. Kau adalah salah satu sahabat dari orang yang pernah cukup dekat dengan ku (sebut saja “mantanku”). Kau mengenalnya lebih dulu daripada aku. Mungkin sebab itu juga kita bisa berteman. Yang aku pernah ingat, tak jarang kita semua bermain di luar jam sekolah. Hanya sekedar nongkrong ala anak abg. Sesekali mengabadikannya lewat foto-foto yang jika dilihat sekarang akan membuat kita berkata, “iuuuuhhh, ini kita dulu?” Kini kau sedang berjuang. Aku tahu kau sedang berjuang. Aku tak pernah cukup dekat unt...

aku ingin berhenti!

pokoknya aku ingin berhenti! tak ada alasan lagi! aku ingin berhenti! berhenti berharap jadi bunga matahari yang cerah ceria yang mengisi harimu. berhenti berharap jadi orang penting dalam hidupmu.. namun satu saat kau mampu rasakan, bagaimana rasanya tak ada aku.  mungkin saat aku lelah mungkin saat aku bosan mungkin saat aku lebih dulu mati.